Saat Angkot Ngetem
- tentang penjual jamu gendong
Seperti biasa, saat berangkat sekolah angkot masih ngetem. Sambil menunggu angkotnya jalan kudengarkan percakapan 2 orang bakul jamu gendong, teman naik angkot. Mereka memperbincangkan rencana untuk bulan Ramadhan mau jualan apa. Kalau tetap berjualan jamu omzetnya jauh menurun.
Mereka berencana mau jualan di pasar, menjual makanan atau barang yang lain. Tentu saja masih tetap menjual jamu, meski tak sebanyak hari-hari biasa dan jamunya juga sudah dibungkus plastik.
Sekitar 5 orang penjual jamu gendong yang sering bersama naik angkot. Mereka adalah para pejuang yang tak kenal lelah. Merantau, meninggalkan keluarga untuk berjualan jamu gendong. Sejak sore sudah mulai meramu jamu, dini hari mulai menggodog. Kemudian sekitar jam 6 pagi bersiap-siap untuk menjajakan jamunya hingga sekitar jam 2 siang.
- tentang penjual jamu gendong
Seperti biasa, saat berangkat sekolah angkot masih ngetem. Sambil menunggu angkotnya jalan kudengarkan percakapan 2 orang bakul jamu gendong, teman naik angkot. Mereka memperbincangkan rencana untuk bulan Ramadhan mau jualan apa. Kalau tetap berjualan jamu omzetnya jauh menurun.
Mereka berencana mau jualan di pasar, menjual makanan atau barang yang lain. Tentu saja masih tetap menjual jamu, meski tak sebanyak hari-hari biasa dan jamunya juga sudah dibungkus plastik.
Sekitar 5 orang penjual jamu gendong yang sering bersama naik angkot. Mereka adalah para pejuang yang tak kenal lelah. Merantau, meninggalkan keluarga untuk berjualan jamu gendong. Sejak sore sudah mulai meramu jamu, dini hari mulai menggodog. Kemudian sekitar jam 6 pagi bersiap-siap untuk menjajakan jamunya hingga sekitar jam 2 siang.
posted from Bloggeroid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar