Senin, 31 Oktober 2016

Ketika Panggung Menjadi Impian

Dulu, penyanyi adalah profesi yang dianggap tabu, penghibur adalah profesi yang negatif di mata masyarakat. Bahkan bagi mereka yang tidak paham hukum musik dan nyanyian.

Tapi lihatlah sekarang, panggung jadi rebutan. Semua berlomba bisa tampil. Di banyak acara, dari hajatan di kampung hingga di gedung, dari pengamen di jalanan, pasar, hingga acara-acara resmi. Semua berebut tampil untuk menyanyi.

Menjadi aneh, bagi yang tidak suka musik, seolah makhluk asing. Makhluk asing yang hampa hidupnya karena tanpa nada.

Padahal Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dengan tegas telah bersabda:

"Sungguh akan ada dari umatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khomer (segala sesuatu yang memabukkan), dan alat-alat musik" (HR Al-Bukhari)

Pada hadits di atas, pengharaman musik dijelaskan dari dua sisi :
1. Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam menegaskan hukum alat-alat musik adalah haram, namun akan ada kaum dari umat beliau yang akan menghalalkannya.
2. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menggandengkan alat-alat musik dengan perkara-perkara yang sangat jelas haram berdasarkan ijmak ulama, yaitu zina, kain sutra (bagi lelaki), dan khomr.

*ummuazfa*

Rabu, 25 Februari 2015

Es Krim Pepaya



Bahan:
1 buah pepaya matang
2 butir telor
1 cangkir susu kental manis (putih)
3/4 cangkir gula pasir
1 buah jeruk nipis

Cara:
Kupas pepaya, potong-potong, kemudian blender sampai halus.
Kocok telur, gula pasir, lalu masukkan susu, kocok lagi. Kemudian masak dengan api kecil sambil terus diaduk.
Sampai hampir mendidih.
Pepaya yang sudah diblender dicampur jeruk nipis, aduk. Kemudian masukkan bahan lain (telur, gulpas dan susu yang sudah suam-suam kuku). Lalu aduk hingga rata.
Kemudian di mixer sekitar 10 menit. Masukkan wadah, simpan di frezer. Setelah dingin dan beku siap untuk di nikmati.

posted from Bloggeroid

Rabu, 18 Februari 2015

Barangkali aku yang terlalu naif...
Haruskah kupaksa merasa tidak membutuhkan?

posted from Bloggeroid

Sabtu, 29 November 2014

Rindu

Selamat pagi hujan
Kutitip rindu ini dalam rintikmu
Biar sejuk menjelma.
Tatih kayuhku yang lelah
Rindu menyandar,

Jangan biarkan ia lekang
Yang menyisakan luka jiwa
Siramilah rinduku,
Agar tak mengerontang
Seperti rekah kemarau
Yang menggugurkan dedaunan

Biar rindu ini kubekap
Karena penantian,
Telah seperti sembilu mengiris hati

Hujan di pagi, 301114

posted from Bloggeroid

Rabu, 08 Oktober 2014

Ketika Malam Semakin Sunyi

Ternyata, tetap salah. Penantian itu ibarat mengharap rimbun jati di musim gugurnya.

Entahlah, sepertinya harus menerima menjadi yang keterlaluan. Menyumbat harap, menghempas keinginan.

Malam yang semakin gelisah, titiskan embun di pelupuk. Yah, dialah yang setia menemani.

Barangkali memang layak untuk diabaikan

Meluka...

posted from Bloggeroid

Selasa, 12 Agustus 2014

Jatuh Cinta

Tetesan embun didingin pagi,
Merebak sekuntum bunga

Kamar menjelang shubuh, 130814

posted from Bloggeroid

Rabu, 02 Juli 2014

Merindu

Khalwat, menemani malamku
Bersama Kekasih, melabuhkan rindu

Kamar, 020714

posted from Bloggeroid